Jejakinformasi.net- Tanggamus / Seorang warga mengaku menjadi korban dugaan pemukulan yang dilakukan oleh seorang oknum guru di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Peristiwa tersebut terjadi di jalan komplek Kepala Pekon Tanjung Agung, Kecamatan Pugung.
“Sebelum kejadian itu, saya sempat menelepon Samsul, orang tua pelaku, terkait kurangnya uang untuk menebus motor. Samsul mengatakan, ‘Cepat ke rumah, ini ada uang lima ratus ribu,’” ujar korban saat memberikan keterangan.
Korban melanjutkan, setibanya di rumah Samsul, uang tersebut tidak sempat diambil karena mereka langsung berangkat untuk mengambil motor bersama Fiki. “Di jalan, Fiki ditelepon seseorang dan diminta mampir ke rumah Pak Rahmat, Kakonnya Tanjung Agung. Kami pun berhenti di sana. Fiki masuk ke dalam, saya menunggu di luar sambil menelepon,” katanya.
Tak lama kemudian, korban mengaku Cecep Firmansyah keluar bersama beberapa temannya. “Cecep berkata, ‘Nah ini dia orangnya,’ lalu saya langsung didorong dan dibanting ke aspal. Posisi saya pasrah karena mereka ramai. Saya juga diancam, katanya mau dipatiko dan macam-macam,” ungkap korban.
Korban menambahkan, dirinya sempat melihat celah untuk melarikan diri. “Saat ada kesempatan, saya langsung lari. Pak Rahmat sempat mengejar dan berusaha menahan saya, tapi saya tetap lari pulang. Sebelumnya, Cecep memang sudah marah-marah lewat telepon dan mengancam saya,” jelasnya.
Korban menyebutkan, terduga pelaku merupakan oknum guru yang mengajar di SMP Satu Atap Kecamatan Bulok. “Saya berharap kejadian ini dapat diproses sesuai hukum yang berlaku agar tidak terulang lagi,” tutupnya.
(Red)..








